Supermoon, Indah Ciptaan Mu.
Aku
sendiri.
Kamu
sendiri.
Terpisah
oleh jarak yang tak begitu jauh.
Ada
dinding kokoh yang mengahalagi kita.
Namun
aku berpikir sendiri juga indah, terkadang.
Ya...
Seperti
supermoon dimalam itu.
Supermoon...
Indahnya dirimu sanggup mempesona isi alam semesta.
Sinar
sejukmu menyapa ku dimalam itu.
Diiringi
lantunan ayat – ayat suci Al-Qur,an.
you
look beautiful charm,
seperti
itu mereka berkata tentangmu.
Supermoon...
Tidak
denganku.
Aku
seperti tidak melihat indahnya pesonamu dimalam itu, dan sampai kapanpun.
Supermoon...
Pesonamu
seakan hilang ketika aku menatap senyumnya.
Walau
aku hanya melihat senyumnya dibalik layar kaca.
Supermoon...
Ketika
aku melihat senyumnya.
Nanti
dan sampai kapanpun.
Aku
tetap disini, sendiri menunggunya.
Allahumma,
ciptaan Mu memang indah.
Selalu
indah dan pasti indah.
Maha
Besar Mu.
Yang
mempertemukan aku, dengannya.
Probolinggo, 12 – 08 – 2014
Gelisah
Aku tak mampu.
Jika harus
seperti ini.
Genangan pasir
dilautan darah.
Sendi – sendi
pergerakan hilang ditelan fatamorgana.
Badai salju
menusuk rusuk – rusuk jiwaku.
Aku tak mampu.
Jika tetap
seperti ini.
Aku hanya selemabar
kertas yang belayar dilautan tinta.
Menuju ioni –
ioni padang gersang.
Aku hanya
seutas tali yang melayang – layang dalam anganmu.
Aku tak mampu
menyetuhmu, karena aku hanya pemujamu.
Aku tak
berjalan di sisimu, kerena aku, ya aku.
Aku hanya bisa
berjalan sendiri.
Mengarungi
gelapnya malam.
Yang
membutakan mata duniaku.
Aku tetap
tidak mampu.
Tersenyum,
menyapa, apa lagi bejalan disisimu.
Hanya karena
aku diciptakan sebagai pengagummu.
Aku tetap
tidak mampu.
Probolinggo, 12 – 08 - 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar